KEDUA tokoh sastra ini, Pramoedya Ananta Toer dan Toety Heraty, tentunya sudah tidak asing lagi. Mereka adalah dua tokoh lama K yang amat saya kagumi, dan bisa disebut mbah-mbahnya sastra dalam arti kepiawaian, kemegahan, kematangan dan kemapanan dalam berkarya yang telah dicapai di dalam usia mereka. Menghadapi karya-karya sang maestro Pram dan Toety tentu sangat sulit apalagi membedah karya m…
DALAM The Laugh of The Medusa, Helene Cixous, seorang sastrawan feminis Prancis melakukan dekonstruksi tokoh Me dusa dari peran antagonis menjadi protagonis. Medusa adalah figur perempuan dalam dongeng di negara-negara Barat yang luar biasa jahat dan buruknya. Tokoh perempuan semacam ini tidak hanya dijumpai di negara barat, upaya dekonstruksi ini juga dilakukan Toety Heraty dalam dongeng Calon…
SANGAT menggelitik hati tatkala seorang penulis wanita dinyatakan sebagai penancap tonggak sejarah sastra mutakhir hanya karena secara simplistic dianggap memiliki nyali lebih panjang dengan keberaniannya mengungkapkan seks secara gamblang. Pada saat penobatan yang prestigious ini dilakukan, pada saat itu pula pelecehan seksual terhadap penulis wanita dijatuhkan
Ada dugaan sementara bahwa cerita-cerita dari ranah tradisi berperan dalam investasi terhadap terjadinya subordinat perempuan dalam struktur masyarakat masa kini. Dugaan ini semakin menguat jika dikaitkan dengan tradisi lisan. Tradisi ini lebih kuat berperan dalam menyambungkan ingatan masa kini dengan masa lalu terutama dalam simpul-simpul nilai struktur sosial masyarakat lokal terhadap peremp…
DUNIA sastra adalah hidup saya; sebuah dunia yang memberikan saya gairah untuk hidup dan menyalurkan gairah saya dalam hidup. Dan karena saya dilahirkan sebagai perempuan, saya banyak membaca, dan menulis secara amatir, hal-hal yang mengusik emosi saya sebagai seorang perempuan. Bagi saya, tulisan adalah sebuah media representatif yang mampu menampung realitas dan imajinasi dalam suatu bentuk n…
Sejarah wacana keadilan gender (baca: feminisme) di Mesir telah bergema sejak awal abad XX. Ironisnya, wacana tersebut kelihatannya hanya berjalan di tempat. Perempuan Mesir pada umumnya, terutama di tingkat masyarakat bawah, masih mengalami ketidakadilan, atau bahkan penindasan. Sejauh ini masih belum ada tanda-tanda yang memperlihatkan perubahan yang signifikan dalam relasi ssosial antara lak…
KALAULAH betul asumsi para kritikus feminis bahwa tulisan, khususnya novel, adalah genre yang maskulin, maka salah satu persoalan paling mendesak bagi perempuan yang bekerja sebagai penulis, sebagai novelis seperti halnya Ayu Utami, adalah: "Bagaimana aku mengalami kenikmatan seksual? Apakah kenikmatan seksual feminin, di mana ia berada, bagaimana ia diinskripsikan pada tataran tubuh perempuan,…
penulisan sastra perempuan? Bukankah hal tersebut mengandung separatisme? Antara kita (perempuan) dan mereka (laki-laki)? P Coba Anda pikirkan. Sebenarnya tidak ada penulisan sastra laki-laki atau sastra perempuan yang ada adalah tulisan bagus dan tulisan jelek (Good writing and bad writing) titik.