KALAULAH betul asumsi para kritikus feminis bahwa tulisan, khususnya novel, adalah genre yang maskulin, maka salah satu persoalan paling mendesak bagi perempuan yang bekerja sebagai penulis, sebagai novelis seperti halnya Ayu Utami, adalah: "Bagaimana aku mengalami kenikmatan seksual? Apakah kenikmatan seksual feminin, di mana ia berada, bagaimana ia diinskripsikan pada tataran tubuh perempuan,…