Text
Kajian preferensi produsen tahu tempe terhadap bahan baku menyongsong swasembada kedelai 2014 di Karesidenan Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi produsen tahu dan tempe terhadap kedelai sebagai bahanrnbaku dan mengkaji atribut kedelai (ukuran, kebersihan, warna, harga, kandungan pati dan keseragaman) yang menjadi preferensi produsen tahu serta atribut kedelai (ukuran , kebersihan, warna, harga, daya kembang dan keseragaman) yang menjadi preferensi produsen tempe. Penelitian dilakukan secara purposive di Kota Surakartarndan 6 kabupaten yang merupakan Eks Karesidenan Surakarta yaitu Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali,rnKabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten. Dari masing-masing daerah diambil 15 orang produsen tahu dan 15 orang produsen tempe sebagai sampel. Dari seluruh responden yang dijadikan sampel, hanya 208 yang bisa dianalisis. Penentuan responden menggunakan metode snowball sampling dengan pertimbangan sampel frame tidak tersedia. Hasil analisis dengan menggunakan Multiatribut Fishbein menunjukkan baik produsen tahu maupun tempe lebih menyukai kedelai impor sebagai bahan baku dibanding kedelai lokal. Secara berurutan atribut kedelai yang dipertimbangkan produsen tahu dalam melakukan pembelian kedelai adalah kebersihan, kandungan saripati, ukuran, keseragaman, warna dan harga. Sedangkan yang dipertimbangkan produsen tempe dalam melakukan pembelian kedelai secara berurutan adalah kebersihan, daya kembang, ukuran, warna, keseragaman dan harga. Kedelai yang menjadi preferensi produsen tahu adalahrnkedelai yang bersih, kandungan saripatinya banyak dan berwarna kuning. Sedangkan kedelai yang menjadi preferensi produsen tempe adalah kedelai yang bersih, daya kembang tinggi (babar-Jawa), warna kuning, ukuran besar dan seragam
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain