The atmosphere of community life nowadays is felt by many as something lacking peace and harmony, with the frequent occurrence of extremely brutal behavior committed even by children to parents or vice versa. It is considered, however, that our younger generation is in possession of the greater quantity of such behavior. Now the problem that arises is how to bring forth a morally good younger g…
Nowadays our society are facing a cultural transitional period, that is, a period of transition from an agrarian society to an industrial society. In accordance with the transitional period, the kethoprak art is also being worked on with an orientation to an art industry. However, the effort to make an art industry still needs to be reexamined because the performances that have taken place have…
Tulidsan ini berupaya memaparkan hasil identifikasi naskah berbahan daluang dengan menggunakan dua metode yaitu; pengamatan langsung dan uji sampel Labolatorium . Dalam hal ini metode pengamatan langsung, digunakan beberapa alat bantu identifikasi.
Tulisan ini bermaksud memetakan hal-hal yang berkaitas degan kolofon Naskah Sunda (NSK), mencakup identitas penulis atau penyalin, tempat dan waktu penulisan naskah.
Pada zaman Surakarta Awal banyak kita jumpai karya sastra Jawa hasil gubahan karya sastra-karya sastra dari zaman sebelumnya. Karya sastra-karya sastra zaman Surakarta Awal itu, isinya penuh dengan ajaran moral dan etika (sastra piwulang). Zaman Surakarta Awal tersebut oleh Pigeaud (1967:235) disebut sebagai zaman "renaissance" kesusasteraan Jawa, dan Poerbatjaraka (1957:128) menyebut sebagai z…
Untuk mengawali mengenal siapa Sabda Palon dan Naya Genggong, disini terkait dengan peran yang diembannya Majapahit, terutama yaitu menjelang akhir kerajaan ketika sebagai Panakawan abdi kinasıh/setia Prabu Brawijaya V terlibat langsung dengan Sang Prabu dalam proses wawan-sabda (dialog) dengan para wali sanga yang dimotori Kangjeng Sunan Kalijaga Sebagai Panakawan adalah sangat luar biasa ka…
Kepala bagian naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Bapak Drs. Nindya Noegraha perlu diacungi jempol! Mengapa? Karena dari dialah keluar gagasan mengenang Prof. Dr. Poerbatjaraka (1 Januari 1884-25 Juli 1964), Guru Besar Bahasa Sastra dan Budaya Jawa dan merangkap Guru Besar Sejarah Indonesia Kuna.