Art Original
Mari (Bahagia) Menulis Cerpen Kilat-kilat Merawat kelogisan dalam bercerita
Suatu hari,ketika senja mulai luruh,dan ombak di lautan sedang pasang,aku masih menempelkan kedua telapak tangan di dada,merapal doa di atas perahu yang akan mengantarkanku menyebrang dari pulau wen ke pulau aiska.tubuhku gemetar jantungku berdegup kencang di depanku ada perempuan tua yang sedari tadi mengamati gerak tubuh dan wajahku tiba-tiba tubuhku merasa terbang karena pandangannya yang tak kunjung dikedipkan. pelan-pelan ia memengang pundakku aku tersentak,rambutku terombang-ambing angin laut pun kuabaikan sementara.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain