Art Original
Sebutir Lada Untuk Pembaca Budaya
Tulisan ini di beri judul Sebutir lada untuk Pembaca Budaya sebab selain merujuk pada kumpulan Cerpen yang berjudul penanggung Tiga butir Lada Hitam di dalam pusar ( Kemudian disingkat PTBLHdDP ), kata lada sering disebut-sebut oleh penulisnya ( Niduparas Erlang ). Munculnya sebutir lada untuk pembaca ini karena ketika membaca kumpulan cerpen berarti mengakrabkan diri dengan kebudayaan yang disajikan dalam cxerpen. Unsur-unsur kebudayaan dikemas dalam bahasa yang akan menunjukkan lokalitas daerahnya. Bahasa dalam kumpulan cerpen Niduparas dijadikan sebagai kendaraan kebudayaan yang melekat pada nama tokoh, karakter tokoh, latar atau setting cerita, alur dan berbagai unsur pembangun cerita lainnya. Dalam kumpulannya cerpen PTBLHdDP, bahasa merupakan kendaraan budaya. Niduparas secara sadar menggunakan bahasa untuk menunjukkann lokalitas karya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain