Art Original
Di Tepi Batang Hari
'' Butuh keberanian berlimpah untuk mencintaimu. Sebab lewat matamu, hati dan pikiranku diterbangkan ke masa lalu. '' Pengakuan itu keluar dari mulut Rendra. Lelaki berkumis tipis itu memang sealalu berdebar jika melihat bola mata kekasihnya yang hitam pekat. Tidak banyak orang jakarta di kampungnya yang punya mata mirip dengan kekasihnya itu. Matanya berkelopak tebal, tanpa garis lipatan. Aslinya tipis, jika sedang tidak bersolek terlihat agak naik di kedua ujungnya. Vivian geming mendengar pengakuan paling jujur yang keluar dari mulut sang pacar. Padahal ia sedang terlibat dalam percakapan yang amat seius dengan calon suaminya itu. Masa depan keduannya dipertaruhkan oleh keberanian Rendra hari ini. Rendra mengamati putih jemari Vivian yang memainkan ujung bajunya. Serupa dengan matanya kulit kekasihnya juga istimewa
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain