Art Original
Respon Dalang Wayang Kulit Terhadap Hegemoni Negara dalam Kasus Lakon " SEMAR MBABAR JATI DIRI "
Menurut bibliografi anotasi yang disusun oleh Clara van Gronendael (1987), tulisan mengenai pertunjukan wayang (kulit) sudah mencapai lebih dari 560 buah. Barangkali pembicaraan mengenai seni pertunjukan wayang kulit sudah amat membosankan. Namun demikian, betulkah bahwa persoalan pertunjukan wayang kulit sudah selesai? Tentu saja, selama seni pertunjukan wayang kulit masih eksis di tengah-tengah masyarakat "Jawa", rasanya ia masih berada dalam suatu proses yang tidak pernah akan berhenti. Pertunjukan wayang kulit, suatu bentuk kesenian Jawa, sampai saat ini masih hidup, masih dihidupi, dan menghidupi masyarakat Jawa. la tampaknya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Jawa, kejawaan dan manusia Jawa, setidaknya sampai saat ini. Secara ekonomi, politik, sosial dan bahkan kultural, Jawa masih merupakan kekuatan faktual dalam konstelasi kehidupan Indonesia (Kayam, 2001: 2).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain