Art Original
Fungsi Anekdot Bagi Dosen dan Mahasiswa
Penggunaan anekdot saat ini tampak semakin marak, termasuk di kampus perguruan tinggi. Hal ini selain karena saat ini sudah banyak anekdot yang dibukukan, juga karena adanya arus keterbukaan sudah mulai dibuka. Oleh karena itu, perlu diteliti apa sebenarnya fungsi anekdot bagi dosen dan mahasiswa di kampus. Pendekatan vang digunakan dalam penelitian ini bersifat holistik, yaitu dengan memandang gejala gejala yang ada sebagai satuan yang masing masing berdiri sendiri tetapi satu sama lain saling berkait dan merupakan suatu kesatuan yang bulat dan menyeluruh. Lokasi penelitiannya adalah Universitas Negeri Semarang, dengan pertimbanagan selain mahasiswa dan dosennya membutuhkan hiburan karena jauh dari kota, juga karena secara kebetulan UNNES merupakan universitas hasil alih fungsi dari IKIP, Hasil yang ditemukan adalah adanya fungsi primer, yaitu fungsi utama anekdot, dan fungsi sekunder. Fungsi utama anekdot bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Negeri Semarang adalah sebagai sarana pelampiasan perasaan yang berhubungan dengan ketidaksukaan, ketidakpuasan, kejengkelan, kebencian, kemarahan, dan perasaan-perasaan semacamnya. Ketidaksukaan, kemarahan, dan sebagainya itu ditujukan kepada tokoh-tokoh tertentu. Untuk mahasiswa, rasa tersebut ditujukan kepada sesama mahasiswa, dosen, dan pimpinan; sedangkan untuk dosen rasa tersebut ditujukan kepada sesama dosen dan pimpinan. Tidak ditemukan anekdot yang merupakan luapan kemarahan atau ketidaksukaan dosen kepada mahasiswa. Dari hasil analisis ditemukan lima fungsi sekunder penggunaan anekdot pada mahasiswa dan dosen di Universitas Negeri Semarang. Kelima fungsi tersebut adalah sebagai bahan hiburan pengisi waktu luang, untuk selingan, untuk memunculkan suasana ceria, dan untuk memunculkan suasana keakraban sebagai analogi dalam menjelaskan sesuatu, sebagai contoh dalam menjelaskan sesuatu, sebagai penarik perhatian, dan sebagai alat untuk menilai orang lain.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain