Text
Sudran tak jadi mati
Kesepian itu kini telah menjadi kulit arinya, menjadi rambut ditubuhnya. Hingga ia begerak memintal tali dan menggantungnya di pintu kamar mandi. Sebuah kursi ia tempatkan di bawahnya. Seusai mengaitkan tali, ia pergi masuk ke kamar mandi; berwudhu untuk dua kali rukuk-entah salat apa. Setelahnya, ia mendekati kursi dan segera menaikinya. Sebelum mengalungkan tali, ia tengadahkan tangan, bibirnya yang tak pernah mencicip tembakau itu komat kamit. Setelah itu, tangannya mulai meraih tali dan mengalungkannya. Tapi sebelum sempat ia meloncat dan menendang kursi, cicak di palang itu kamarnya bersuara; cek, cek, cek. Saat itulah, ia merasa sesuatu jatuh dan menimpa kepalanya...
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain