Text
Perbedaan TTMK diperoleh dari percobaan dan model perkiraan beberapa lapangan minyak Indonesia
Sebagian besar lapangan minyak di Indonesia telah dikategorikan sebagai lapangan tua, karena pengurasanrntahap primer hampir selesai. Maka dari itu teknologi pengurasan tahap lanjut adalah satu satunya pilihanrnuntuk meremajakan lapangan lapangan tua tersebut untuk menaikan perolehan minyak. Injeksi C02 terbaur,rnsalah satu teknologi pengurasan tahap lanjut yang terbukti, dapat diaplikasikan di beberapa lapangan min yakrndi Indonesia yang memenuhi kriteria penyaringan untuk injeksi C02rn• Pekerjaan lab awalnya hams dikerjakanrnuntuk menentukan beberapa parameters yang akan digunakan kalibrasi program reservoar simulasi. Parameterrnterpenting adalah TTMK (tekanan terbaur multi kontak), tekanan ini dapilt digunakan untuk menentukanrnefisiensi pendesakan injeksi C02rn• Diatas TTMK akan lebih effisien dibandingkan dengan dibawah TTMK.rnTTMK yang normalnya dapat ditentukan di laboratorium dengan alat Slim tube. Apabila contoh minyak danrngas tidak tersedia, beberapa korelasi yang didasarkan data empiris lapangan juga tersedia didaftar pus taka danrnpersamaan keadaan untuk memprediksi TTMK. Beberapa ftuida reservoar telah dievaluasi tekanan terbaurrnmulti kontak dengan ketiga metoda diatas. Kemudian, perbedaan dihitung untuk membandingkan hasil darirnuji Slimtube, korelasi dan persamaan keadaan. Empat korelasi seperti NPC (National Petroleum Council),rnCronquist et al, Yellig-Metcalfe, Holm-Yosendal dan satu persamaan keadaan Peng-Robinson (1978) telahrndikerjakan untuk memprediksi TTMK dari 14 reservoar. Seterusnya, TTMK ini juga ditentukan dengan ujirnSlimtube. Kore1asi Holm-Yosendal mempunyai 9 reservoar dan kedua Yellig-Metcalfe mempunyai enamrnreservoar dengan perbedaan dibawah 10% terhadap hasil uji Slim tube. Semen tara metoda yang lain kurangrncocokjuga model persamaan keadaan Peng-Robinson tanpa adanya kalibrasi dengan data lab.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain