SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Usulan penerapan teknologi hidrat CO2 untuk implementasi penyerapan dan penyimpanan karbon di Indonesia


Penyerapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) perlu dilaksanakan pada berbagai bidang pembangunan termasuk industri hilir minyak dan gas bumi karena pemerintah Indonesia telah mengadopsi Perjanjian Paris tentang Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (the Paris Agreement on Greenhouse Gas Emissions Reduction). Berbagai teknik penyerapan emisi CO2 hasil pembakaran telah dikembangkan. Salah satu pendekatan baru untuk menyerap CO2 guna mengurangi emisi ke annogir adalah teknologi (kristalisasi) hidrat gas CO2. Dasar dari teknologi hidrat CO2 adalah seleksi parsial terhadap komponen-komponen target fasa hidrat dan fasa gas. Dengan teknik ini, ditargetkan CO2 dapat lebih mudah dijebak dan ditangkap ke dalam fase kristal, dibanding komponen lain. Studi terdahulu menemukan bahwa kesetimbangan gas/hidrat masing-masing pada tekanan 7, 6 Ma dan 11,0 Wa serta temperatur 2 74 K a'an 2 77 K, tidak tepat diterapkan pada industri hilir minyak dan gas bumi karena akan diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk mengkompresi gas sampai dengan tekanan pembentukan hidrat. Promotor hidrat yang tepat termasuk tetrahydrofuran (THF) dan sodium dodecyl sulfate (SDS) dapat digunakan supaya tekanan pembentukan hidrat dan konsumsi energi yang optimal dapat dicapai sesuai realitas industri. Dengan menambahkan THF dan SDS sekitar 62,3 Nm3/m3 hidrat COZdapat terbentuk pada tekanan 30 bar dan temperatur antara 274 277 K dalam waktu reaksi sekitar 15 menit. Hasil berbagai eksperimen menunjukkan bahwa dengan jaminan kontak cairan dan gas serta promotor hidrat yang optimal, teknologi pembentukan hidrat C02 secara berkelanjutan akan layak diterapkan pada skala industri termasukpenurunan emisi C02 industri hilir minyak dan gas bumi. Tetapi, dibandingkan dengan kredit karbon internasional, kelayakan biaya penurunan C02 di daratan sangat tergantung kepada jarak transportasi C02 melalui pipa.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Scientific contributions oil & gas
No. Panggil
553.28 Sci
Penerbit
: ., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
English
ISBN/ISSN
2089-3361
Klasifikasi
553.28
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 40, No. 2, Tahun
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?