Text
Pentingnya pemahaman geologi dan hidrogeologi dalam menjustifikasi hasil prediksi tekanan pori: contoh kasus dari lapangan peciko, cekungan kutai bawah
Salah satu faktor yang mempengaruhi prediksi tekanan pori adalah pemilihan metoda dalam kalkulasi tekanan pori tersebut. Jika kita memilih metoda yang tidak tepat, hasil estimasi tekanan pori tersebut mungkin bukan hanya tidak merefleksikan kondisi tekanan pori sesungguhnya di suatu daerah, tetapi juga tidak mencerminkan kondisi geologi yang bekerja di keseluruhan cekungan. Dalam penelitian ini, dua metoda diaplikasikan untuk menghitung tekanan pori dari log talikawat di Lapangan Peciko: Metoada Eaton dan Metoda Mekanika Tanah. Perhitungan tekanan pori yang dihasilkan dari kedua metoda tersebut menunjukkan perbedaan yang sangat signmkan. Metoda Eaton menghasilkan perbedaan tekanan reservoir dan serpih (over-prediksi tekanan reservoir) pada kedalaman dangkal dan kesamaan tekanan reservoir dan serpih pada interval yang lebih dalam. Berbeda dengan hal tersebut, Metoda Mekanika Tanah menghasilkan kesamaan tekanan reservoir dan serpih pada kedalaman yang dangkal dan underprediksi untuk interval yang lebih dalam. Dilihat dari proses yang bekerja pada lapangan ini yang mempengaruhi tekanan pori, yaitu aliran fluida reservoir secara lateral dan kecepatan sedimentasi yang tinggi, sepertinya Metoda Eaton memberikan hasil yang lebih mencerminkan tekanan pori di lapangan ini dibandingkan dengan Metoda Mekanika Tanah. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan yang cukup penting: jika terdapat perbedaan tekanan antara reservoir dan serpih, maka sepertinya kondisi hidronamika berlangsung secara aktif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain