Text
Isolasi Bakteri pendegradasi Fraksi Aspaltik dari Lumpur Minyak Bumi
Lumpur minyak bumi mengandung 30%-50% fraksi hidrokarbon yang terdiri dari fraksi jenuh, aromatik,resin, dan aspaltik. Fraksi aspaltik merupakan indigenos yang diisolasi dari sampel lumpur minyak bumi di Balikpapan yang menggunakan media Bushneell-Hass Mineral Salt (BHMS) dengan 0.01% (b/v) ekstrak ragi, 2% (b/v) ekstrak fraksi aspaltik, dan 2% (b/v) limpur minyak bumi.Kemampuan isolat mendegradasi fraksi aspaltik diuji menggunakan BHMS yang ditambahkan 0.01 % (b/v) ekstrak ragi dan 2% (b/v)ekstrak fraksi aspaltik sebagai sumber karbon. Selama uji biodegradasi dilakukan pengukuran parameter yaitu Total petroleum Hydrocarbon (g), jumlah total bakteri (CFU/mL), DAN pH. Empat isoat bakteri ( isolat 1,2,3, dan 4 ) yang telah dikarakterisasi mampu mendegradasi fraksi aspaltik dan teridentifikasi secara berurutan sebagai, Acinetobacter sp., and Mycobacterium sp. Berdasarkan hasil penelitian, Bacillus sp. (isolat 1 ) dan Lysinibacillus fusiformes (Isolat 2) memiliki kemampuan terbaik dalam mendegradasi fraksi aspaltik, kemampuan biodegradasi fraksi aspaltik secara berurutan adalah 50% dan 55%, dan laju pertumbuhan pada fase eksponensial secara berurutan adalah 7.17x10 7 CFU/mL. hari dan 4.21x10 7 CFU/mL.hari.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain