Pustaha laklak Poda NI Tabas Na Rambu Di Porhas merupakan karya sastra masyarakat Mandailing yang isinya mantra. Terdapat dua unsur dalam mengkaji karya sastra yaitu unsur intrinsik dan eksentrik.
Klaten pada akhir abad XIX hingga awal abad XX memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian di Hindia Belanda dari hasil perkebunan. Kondisi tersebut juga mendukung perkembangan kawasan "pusat kota" Klaten yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pusat pemerintahan.
Identitas kota Jakarta tidak lepas dari momen sebelum dan sesudah kemerdekaan tanuh 1945. Perkembangan kota Jakarta sebelum kemerdekaan masih kuat dipengaruhi oleh unsur kolenial Belanda, dan setelah kemerdekaan Indonesia (Kotapraja Djakarta).
Tembikar merupakan suatu hasil karya cipta manusia berupa benda atau wadah yang terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu pembakaran 350derajat C-1000 derajatC. Tradisi tembikar mulai ditemukan pada masa bercocok tanam.
Artikel ini ragam bentuk peran kolaborasi stakeholder yang terlibat pada perkembangan pariwisata heritage di Kawasan Siwa Plaetau (KSP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut ditunjuk untuk memahami relasinya dengan kontradiksi inheren yang terdapat di dalam konsep heritage dan konsep pariwisata.
Tambilangan merupakan satu wilayah di Bali yang berada di ketinggian 1.350 meter diatas permukaan laut. Tembilangan juga dikenal sebagai situs arkeologi karena menyimpan banyak tinggalan arkeologi terutama di masa Bali kuno.
Kesulutanan Aru adalah salah satu negeri di Pulau Sumatera yang disebut oleh sumber-sumber tertulis lokal dan mancanegara sejak abad ke-13 - ke-16 M. Pada pertengahan abad ke-16 M, kedaulatan Kesulutanan Aru terancam oleh agresi Kesultanan Aceh ke negeri-negeri tetangganya di Pulau Sumatera.
Teks berbahasa Armenia abad ke-11 Masehi berjudul Suatu Catatan Perjalanan di lau Cina Selatan menyebut toponim Pereulak dengan nama Poure ( Bahasa Armenia ) sebagai pelabuhan yang kaya dan berharga
Situs kapal tenggelam Senggling merupakan salah satu potensi tingalan arkeologi bawah air yang berada di pesisir utara Bintan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap data artefektual di situs tersebut