Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketirisan penggunaan Bahasa Jawa antara orang tua dan anak pada masyarakat Surabaya berdasarkan variabel usia dan mendeskripsikan ketirisan penggunaan bahasa Jawa antara orang tua dan anak dalam konteks keluarga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data berasala dari 30 keluarga Surabaya terdiri atas 10 keluarga dewasa ini.
Artikel ini mengkaji perubahan kemampuan teknologi perusahaan pemasok dalam autoest ester setelah diperkenalkannya Industri 40. Kebijakan Industri 4.0 baru-baru ini diperkenalkan menghidupkan kembali industri manufaktur dan mendorong daya saing di pasar global.
Dalam bahasa Melayu-Betawi banyak ditemukan Leksem yang maknanya bermiripan. Kemiripan makna leksem-leksem itu ada yang bersisnonim, ada pula yang berhiponim. Penelitian ini menekankan hubungan makna kehiponiman verba dengan makna 'membawa'.